Perdebatan Real Madrid tentang James Rodriguez

Membahas transfer keluar Real Madrid, bintang asal Kolombia menjadi pemain yang paling tersudut bahkan Zidane tidak berani menggaransi tempat utama. Sepertinya gelombang bursa transfer musim panas 2016 belum menyentuh daratan ibu kota Spanyol karena tidak seperti sebelumnya, para petinggi Real Madrid masih terlihat seperti air tenang.

Satu transfer apik yang sudah diprediksi jauh hari sebelumnya dilakukan. Alvaro Morata kembali ke pelukan Los Blancos setelah gemilang di Italia bersama Juventus. Selebihnya? Rencana mega transfer hanya sebatas gosip roller coaster seperti kedatangan Paul Pogba.

Muncul juga anggapan stok pasukan Zinedine Zidane sudah dinilai cakap yang tinggal membutuhkan sedikit sentuhan terutama di lini tengah untuk menciptakan keseimbangan tim baik saat menyerang maupun bertahan. Dari dasar inilah gosip El Real menaruh minat pada Andre Gomes milik Valencia mengemuka. Lalu bagaimana dengan kans Galactico yang bisa meninggalkan tim musim panas ini?

Pertanyaan ini menyudutkan satu nama, siapa lagi kalau bukan James Rodriguez. Berbicara kualitas individu, siapa bisa meragukan James? Pemain Kolombia ini punya kapasitas impresif bahkan catatannya di level internasional membuktikan sang bintang punya kapasitas sebagai pemimpin tim. Masalahnya ada di gaya bermain dan skema yang diusung Los Blancos.

Setelah gemilang di Piala Dunia 2014 yang mengantarkannya ke ibu kota Spanyol, James tak kunjung berhasil beradaptasi dengan skema 4-3-3 racikan Carlo Ancelotti hingga sekarang Zinedine Zidane. Secara natural, tidak ada posisi yang pas untuk James pada sistem ini.

James adalah pengatur serangan, dia istimewa saat harus beroperasi sebagai striker bayangan di lini serang namun Madrid tidak menyediakan posisi kegemarannya. Mantan andalan AS Monaco ini pernah mencicipi peran sebagai gelandang murni, gelandang kanan hingga penyerang di kedua sayap namun tetap saja kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaik. Saatnya mencari opsi lain bagi James? Pindah klub bisa jadi pilihan terbaik bagi kedua kubu.

Madrid dapat dana segar dan James punya kesempatan lagi memanjakan para penikmat sepakbola dengan kemampuan terbaik di posisi naturalnya. Tetapi melepas pemain dengan kualitas seperti James tetap saja terasa rugi dan Madrid mungkin punya solusi lain dengan memberi waktu tambahan bagi sang pemain. Bukan tanpa alasan, tengok saja bagaimana kiprah Isco dengan si Putih.

Dengan latar belakang sebagai superstar Malaga, Isco didatangkan setahun sebelum James digondol ke Santiago Bernabeu. Gemilang di musim pertamanya, Isco justru memudar di awal musim kedua bersama Los Blancos bahkan ketika itu gaya bermainnya dianggap merusak sistem Carlo Ancelotti. Tetapi seiring berjalannya kompetisi, Isco berhasil memperbaiki gaya bermain hingga sosoknya tidak bisa diabaikan pelatih.

Mengomentari keberhasilannya tersebut Isco pernah berkomentar: “Anda harus menghadapi kritikan dan menatap ke depan seperti yang dilakukan tim. Hari ke hari selalu ada perubahan dalam sepakbola.” Begitulah cara Isco menjawab tuntutan dan pemain ini sekarang menjadi gelandang dengan kemampuan lengkap hingga bisa ditempat di berbagai posisi.

Bagaimana dengan James? Statistiknya memperlihatkan penurunan dari musim 2014/15 tetapi keberhasilannya membawa Kolombia ke urutan ketiga Copa America Centenario musim panas lalu pantas pula dipertimbangkan. Sayangnya meski tidak secara tegas, komentar terkini Zidane seperti mengisyaratkan tenaga James tak lagi dibutuhkan.

“Saya tidak bisa mengatakan James sebagai starter. Dia pemain penting, kita lihat apa yang akan terjadi musim ini. Saya punya skuat tebal yang menjadikan situasi rumit.” Memberi waktu pada James tentu saja jadi pilihan terbaik tetapi dana segar dari hasil penjualan bisa dimanfaatkan El Real untuk memburu bintang-bintang lainnya termasuk Paul Pogba.