Guus Hiddink Sukses Merubah Chelsea

Chelsea – Ini Lima Perubahannya Laga melawan Crystal Palace pada hari minggu lalu, menjadi pertanda kalau sudah kurang lebih tiga minggu lama Jose Mourinho didepak dari jabatannya dan sudah kurang lebih dari dua minggu sejak Guus Hiddink kembali mengasuh Chelsea sebagai manajer Interim mereka sampai akhir musim mendatang.

Biarpun baru dua minggu mengasuh “Si Biru” Hiddink mulai melakukan sejumlah perubahan yang membuat penampilan Chelsea sedikit demi sedikit mulai membaik. Apa saja yang menjadi perubahan yang berarti bagi Chelsea yang dilakukan oleh mantan manajer Timnas Belanda itu pada diti John Terry dan juga kawan-kawan? Ini-lah rincian lengkap perubahan-perubahan yang sudah dilakukan oleh sang manajer.

Saat masih diasuh oleh Jose Mourinho, sosok John Obi Mikel tidak banyak mainkan ditim senior Chelsea. Mourinho lebih mempercayakan posisi gelandang tengah kepada duo Nemanja Matic dan juga Cecs Fabregas, sampai-sampai posisi Mikel harus tersingkir dari starting line up Chelsea.

Akan tetapi saat Chelsea di asuh oleh Hiddink, Mikel kembali mendapatkan kepercayaan untuk tampil sebagai starter dan bermain full tima pada tiga laga yang dipimpin oleh Hiddink. Hasilnya adalah gelandang 28 tahun tersebut berhasil tunjukkan kemampuan terbaiknya, seperti kala dirinya membantu Chelsea mengalahkan Crystal Palace pada hari minggu lalu.

Kita semua tahu bahwa Eden Hazard adalah pemain andalan dalam skema serangan Chelsea. Penampilan brilliant miliknya di musim lalu sukses membawa The Blues meraih kesuksesan dengan menjuarai titel Premier League 2014-2015. Pada musim ini sedikit ada penurunan performa yang cukup signifikan pada sosok Hazard.

Hal ini disebabkan karena Mourinho sering sekali bereksperimen dengan posisi Hazard yang sering dimainkan sebagai sayap kiri, pemain no 10, bahkan dia pernah menjadi False Nine. Pada tiga laga terakhir yang dipimpin oleh Hiddink, pelatih asal Belanda itu meletakkan kembali posisi Hazard di sayap kiri biarpun dirinya sempat memainkan Hazard sebagai False Nine kala kontra Manchester United dikarenakan tidak ada striker The Blues yang tersedia pada saat pertandingan tersebut akan berlangsung.

Apabila melihat catatan positional report whoscored, pada saat Chelsea dibawah asuhan Mourinho, The Blues relatif seimbang dalam memulai serangan. Whoscored mencatat kalau serangan Chelsea dibangun dari kedua sayap secara kurang lebih berimbang. Akan tetapi pada era Guus Hiddink, medai mencatat kalau serangan Chelsea jauh lebih banyak dimulai dari sisi kiri, dengan rata-rata dari 3 laga tersebut sebesar 41% serangan Chelsea berada dari sayap kri.

Apabila dikaitkan dengan poin kedua, maka hal ini dikarenakan Eden Hazard kembali menjadi robot serangan The Blues. Yang menjadi sorotan Chelsea saat dibawah asuhan Mourinho adalah tumpulnya serangan Chelsea. Dari 16 laga yang dipimpin oleh The Special One hanya tercipta 18 gol dengan rata-rata 1,125 gol per laga dengan rata-rata 9.75 tembakan per laga.

Akan tetapi sedikit berbeda saat Chelsea sudah di asuh oleh Hiddink, catatan tembakan Chelsea memang menurun, dimana menurut statistik yang dilansir oleh Squawka. Chelsea hanya mampu melepaskan rata-rata 8 tembakan per laga. Hal ini menunjukkan kalau serangan Chelsea di jaman Hiddink jauh lebih efisien daripada era Mourinho. Selain aspek serangan, aspek pertahanan Chelsea di Era Guus Hiddin juga membaik.

Hal ini terlihat dari jumlah duel serta angka kebobolan yang diderita oleh Chlesa yang lebih baik pada jaman Hididnk daripada era Mourinho.

Pada era Mou, tercatat Chelsea hanya bisa memenangkan 49% duel yang terjadi baik di darat maupun di udara dengan rasio kebobolan sebesar 1,625 gol per laga. Namun saat di jaman Hididnk, Chelsea sukses memenangkan 56% duel yang terjadi dengan rasio kebobolan 0,67 gol per laga.